Pemerintah Kota Surabaya menertibkan 21 bangunan dan lapak di belakang Pasar Bratang untuk membuka saluran air yang tertimbun hampir 20 tahun. Normalisasi saluran di kawasan Jalan Ngagel Nginden Gang Bengkok itu ditujukan untuk memperlancar aliran air dan mengurangi potensi genangan.
Pekerjaan tersebut menyangkut dua kebutuhan warga yang perlu ditangani bersamaan: fungsi saluran air dan keberlangsungan usaha pedagang di sekitar lokasi. Pemkot menyatakan telah melakukan sosialisasi serta memberikan peringatan sebelum penertiban. Pemerintah kota juga menyiapkan arahan lokasi alternatif bagi pedagang makanan yang terdampak.
Mengapa Saluran di Belakang Pasar Bratang Dinormalisasi?

Menurut keterangan Pemkot Surabaya yang diterbitkan pada 23 September 2026, saluran lama di belakang Pasar Bratang tertutup bangunan dan telah tertimbun selama hampir dua dekade. Penanganan dilakukan setelah pemerintah kota menerima aduan masyarakat melalui Hotline Lapor Cak Eri.
Letak dan kondisi saluran
Lokasi pekerjaan berada di Jalan Ngagel Nginden Gang Bengkok, kawasan Bratang. Kepala Rayon Surabaya Selatan pada Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Bagus, menjelaskan bahwa saluran yang dibuka memiliki kedalaman sekitar 70 sentimeter dan lebar sekitar satu meter. Bagian yang dinormalisasi membentang sekitar 150 meter di sisi selatan area penertiban.
Bangunan atau warung yang menutupi saluran menyulitkan upaya mengembalikan fungsi jalur air tersebut. Setelah area dibuka, petugas dapat mengeruk endapan dan menangani bagian penutup saluran yang rusak. Bagus menyebut penutup yang perlu diganti akan menggunakan beton pracetak.
Pemerintah kota berharap aliran air menjadi lebih lancar setelah pekerjaan selesai. Meski demikian, hasilnya dalam mengurangi genangan masih perlu dilihat setelah saluran kembali berfungsi, terutama ketika kawasan mengalami hujan.
Bagaimana Tahapan Penertiban Bangunan?
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya, Achmad Zaini, mengatakan penertiban dilakukan setelah sosialisasi serta pemberian peringatan pertama dan kedua kepada pemilik bangunan. Menurutnya, terdapat 21 bangunan atau tempat berjualan di lokasi, sebagian digunakan untuk usaha makanan dan sebagian lainnya untuk penjualan burung.
Pembongkaran dan pengerukan sedimen
Zaini menyampaikan bahwa beberapa pemilik bangunan mulai membongkar tempat usahanya secara mandiri dengan bantuan petugas. Pemkot saat itu menargetkan area saluran dapat dibersihkan dalam waktu sekitar satu pekan. Target tersebut merupakan rencana yang disampaikan pada 23 September, bukan laporan bahwa seluruh pekerjaan telah rampung.
Bagus menyebut proses normalisasi dimulai pada 20 September 2026. Saat pekerjaan berlangsung, petugas mengangkut material sedimen dari saluran yang lama tertutup. Pemerintah kota juga membongkar bekas lantai bangunan yang menghalangi jalur air agar saluran dapat kembali digunakan.
Urutan pekerjaan ini penting karena pembongkaran bangunan merupakan awal dari penanganan fisik saluran. Setelah jalurnya terbuka, petugas masih perlu memastikan sedimen terangkat dan bagian yang rusak ditangani. Warga di sekitar Pasar Bratang dapat memantau apakah aliran air berfungsi kembali setelah seluruh tahapan selesai.
Bagaimana Nasib Pedagang yang Terdampak?
Penertiban mengubah tempat berjualan sejumlah pedagang di belakang Pasar Bratang. Pemkot Surabaya menyatakan menyiapkan lokasi alternatif bagi pedagang makanan dengan mengarahkan mereka ke sentra wisata kuliner di sekitar Kecamatan Gubeng. Keterangan pemerintah kota tersebut belum merinci perpindahan tiap pedagang maupun kondisi usaha mereka setelah penertiban.
Hal yang perlu dipantau setelah relokasi
Bagi pedagang, ketersediaan tempat alternatif merupakan salah satu bagian dari penanganan. Akses pembeli, ruang berjualan, serta kejelasan pengaturan di lokasi baru juga akan menentukan apakah kegiatan usaha dapat berlanjut. Karena informasi mengenai pengalaman pedagang belum tersedia dalam sumber yang digunakan artikel ini, dampak ekonominya belum dapat disimpulkan.
Warga pun berkepentingan mengetahui perkembangan pekerjaan. Jika saluran kembali terbuka tetapi masih ada hambatan aliran pada bagian lain, persoalan genangan mungkin memerlukan penanganan lanjutan. Pemantauan di lapangan setelah hujan akan memberi gambaran yang lebih jelas daripada target pekerjaan saja.
Apa Dampak yang Diharapkan bagi Kawasan Bratang?
Pemkot Surabaya menyebut normalisasi di belakang Pasar Bratang diharapkan mengurangi potensi banjir dan genangan. Zaini juga berharap kondisi saluran yang lebih baik mendukung aktivitas di sekitar pasar. Pernyataan tersebut merupakan harapan pemerintah kota; dampak akhirnya perlu dinilai dari kondisi kawasan setelah pekerjaan selesai.
Menilai hasil dari dua sisi
Keberhasilan pekerjaan dapat dilihat dari apakah saluran mampu mengalirkan air dan apakah penanganan pedagang berjalan jelas. Keduanya menyentuh kehidupan warga sekitar: saluran berkaitan dengan lingkungan permukiman, sementara tempat usaha berkaitan dengan penghidupan pedagang.
Penertiban di belakang Pasar Bratang menunjukkan bahwa pemulihan infrastruktur lingkungan tidak selesai pada pembongkaran bangunan. Pembersihan saluran, pemantauan genangan, dan tindak lanjut bagi pedagang tetap menjadi bagian yang perlu diperhatikan. Ikuti berita daerah lainnya di Nusa Harian Seputar untuk mengetahui perkembangan layanan dan penataan kota berdasarkan informasi yang terverifikasi.
